Panduan Sederhana Budidaya Tanaman Rambutan

Budidaya tanaman rambutan memang sangat menguntungkan, buahnya yang lebat juga daunnya rimbun sangat memberi manfaat ketika ditanam.

Panduan Sederhana Budidaya Tanaman Rambutan
Panduan Sederhana Budidaya Tanaman Rambutan

Penanaman rambutan juga tidak perlu repot, karena jenis tanaman ini bisa hidup dalam lingkungan tanah apapun, bahkan dalam pot sekalipun.

Tanaman rambutan bisa tumbuh pada media tanam apapun, termasuk di lokasi yang minimalis. Salah satu keunggulan rambutan adalah mudah ditanam.

TapiĀ  harus diingat, berilah jarak antar satu tanaman untuk lebih memberi ruang pada rambutan berkembang.

Pohon rambutan mulai berbuah pada usia dua tahun setelah masa tanam. Perawatannya juga tidak sulit, cukup dengan pupuk organic pohon rambutan sudah bisa tumbuh dengan rindang.

Namun sebelum mulai menanam, pastikan untuk mengetahui lebih dulu tentang keadaan lingkungan sekitar.

Di Indonesia sendiri terdapat 22 varietas rambutan. Rata-rata masa panen rambutan terjadi antara bulan Desember hingga Maret.

Syarat menanam tanaman rambutan

Beberapa hal harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memulai penanaman. Pengetahuan ini dimaksudkan agar proses penanamanbisa berlangsung sesuai dengan kebutuhan pohon rambutan.

1. Bibit

Pemilihan bibit tanaman sangat penting karena akan mempengaruhi kualitas dan ketahanan pohon tersebut. Pilihlah bibit hasil dari cangkok.

Alasannya bibit cangkok lebih punya daya tahan hidup yang tinggi dari pada bibit asli. Pemilihan waktu penanaman bibit juga perlu dipertimbangkan.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan pembibitan adalah pada musim penghujan. Namun jika terpaksa menanam pada musimĀ  kering, pastikan untuk selalu menyianginya.

Sebelum melakukan penanaman, pastikan lahan yang akan digunakan sudah diolah dan dicampur pupuk kandang.

2. Tanah

Pohon rambutan tidak memerlukan media tanam yang rumit. Namun untuk tanah yang lebih keras, pengolahan harus dilakukan terlebih dahulu agar bisa ditanami.

Pencampuran pupuk berbahan organic sangat dianjurkan dalam melakukan pengolahan.

3. Iklim

Rambutan sangat cocok apabila dikembangkan pada daerah tropis. Pohon rambutan membutuhkan cuaca yang relatif hangat dengan suhu sekitar 25 derajat celcius dengan ketinggian 300-500 mdpl.

Cara budidaya tanaman rambutan

1. Pembibitan

Bibit tanaman rambutan berasal dari biji buahnya. Untuk mendapatkan hasil tanaman terbaik, gunakanlah bibit yang berasal dari cangkok, karena terbukti lebih mempunyai daya tahan hidup dari pada bibit baru.

Sebelum ditanam, rendamlah bibit selama kurang lebih 15 menit.

2. Lahan

Jenis tanah yang baik digunakan untuk menanam rambutan adalah tanah yang gembur.

Cara mengolah tanah menjadi gembur dapat dilakukan dengan cara dicangkul sedalam 50 cm kemudian dicampur dengan pupuk kandang.

Tingkat keasaman yang bagus 6-7, untuk tanah yang kurang bagus berikan dulu pengapuran.

3. Teknik Penanaman

Setelah menyiapkan lahan penanaman, langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Buatlah lubang sedalam setengah meter dan biarkan selama dua minggu.

Setelah dua minggu tutuplah lubang dan berikan pupuk selama dua minggu lagi. Setelah itu lahan baru siap ditanami.

4. Sistem penanaman

Penanaman bibit pohon rambutan hendaknya dilakukan ketika musim basah.

Pada awal penanaman tambahkan pupuk, dan jangan lupa untuk memberikan penutup atas agar sinar matahari tidak langsung mengenai bibit.

5. Pemeliharaan

Pada tanaman yang belum berumur dua minggu, penyiraman dilakukan dua kali sehari. Untuk tanaman yang lebih dari enam minggu, penyiraman cukup sehari sekali.

Selain itu, buatlah drainase yang baik, karena tanaman rambutan beresiko gagal ketika tergenang air.

6. Pemanenan

Cara panen yang baik dengan memetik bersama tangkainya. Waktu panen berkisar antara bulan November sampai Februari.

Jika proses perawatan berjalan baik, maka diperkirakan tiap satu pohon akan menghasilkan hingga dua ton buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *